Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Otomotif

Mobil Listrik Meledak di RI, Produsen Lokal Ramai-Ramai Gandeng Brand China

24
×

Mobil Listrik Meledak di RI, Produsen Lokal Ramai-Ramai Gandeng Brand China

Sebarkan artikel ini

Mobil Listrik RI Melejit, Produsen Lokal Gandeng Brand China

Jakarta – Lonjakan penjualan mobil listrik (EV) di Indonesia membuat produsen otomotif lokal semakin serius menggandeng brand mobil China. Tren ini muncul karena pasar EV nasional tumbuh cepat dan mulai didominasi merek-merek China yang agresif dengan harga kompetitif.

Salah satu yang paling agresif adalah Indomobil. Grup besar yang terafiliasi dengan Grup Salim itu sudah mengamankan kerja sama dengan empat merek China: Changan, Aion, Maxus, dan GMW untuk memperkuat portofolio EV di Indonesia.

Pakar otomotif ITB, Yannes Martinus Pasaribu, menilai arah ini sangat mungkin berlanjut karena China punya paket lengkap untuk industri mobil listrik.

“China unggul dalam kapasitas produksi besar, teknologi EV dan baterai yang sudah terbukti, serta biaya yang sangat efisien,” kata Yannes kepada Bloomberg Technoz, Jumat (12/12/2025).

🇻🇳 Vietnam Mulai Jadi Pesaing Baru di Pasar Mobil Listrik Murah

Yannes menyebut Vietnam juga mulai menggebrak industri EV terjangkau. Negara tersebut dinilai siap menjalin kolaborasi lebih luas dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Karena itu, bagi produsen Indonesia yang ingin bermain di segmen EV murah dan mengejar volume penjualan tinggi, kolaborasi dengan China atau Vietnam dinilai lebih rasional secara bisnis.

“Kalau ingin membangun kemandirian industri EV nasional, jangan bertumpu pada satu negara saja,” tegas Yannes.

🇯🇵 Jepang Tetap Kuat di Hybrid, Tapi Harga Jadi Tantangan di Era EV

Jepang memang masih dominan dalam hal kualitas, after-sales, dan teknologi hybrid. Namun harga mobil Jepang di segmen EV dan HEV disebut semakin sulit bersaing di kondisi ekonomi saat ini.

Yannes memprediksi pola kolaborasi industri mobil listrik di Indonesia akan terbagi:

  • Indonesia–China dan Indonesia–Vietnam untuk EV low-cost dan EV mass market
  • Indonesia–Jepang untuk segmen HEV dan EV kelas menengah yang menonjolkan reliability

🇮🇩 Indonesia Diingatkan Ambil Alih Kendali Ekosistem Mobil Listrik

Menurut Yannes, Indonesia harus menjadi “dirigen” dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional agar tidak dikuasai satu negara tertentu.

“Indonesia harus membuka kerja sama dengan China, Jepang, Vietnam, Korea, dan Eropa. Tapi syarat wajibnya jelas: transfer teknologi nyata, peningkatan TKDN bertahap, dan lahirnya brand lokal yang punya kemampuan rekayasa,” ujarnya.

Ia optimistis dalam 10–15 tahun ke depan posisi Indonesia bisa berubah signifikan. Indonesia bukan lagi sekadar pasar, tapi pemimpin standar, desain, dan integrasi industri EV, sementara mitra global jadi pendukung dalam membangun ekosistem EV Indonesia.

Example 300250